Syracusebroadband.org – PT Indonesia Air Transport (IAT) mengkonfirmasi bahwa kru pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terdiri dari tujuh orang. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Utama IAT, Tri Adi Wibowo, pada Sabtu (17/1) malam, menanggapi keraguan awal yang menyebutkan jumlah kru mencapai delapan orang.
Pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan hilang kontak selama penerbangan dan tim dari IAT segera dikerahkan untuk membantu pencarian. IAT bekerja sama dengan Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Kementerian Perhubungan Indonesia dalam upaya pencarian yang intensif. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat penemuan pesawat yang hilang dan memastikan keselamatan semua orang yang terlibat.
Tri Adi mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi terbaru tentang perkembangan pencarian. Sebagai langkah antisipasi, IAT juga menginstruksikan timnya untuk mematuhi protokol keselamatan yang ketat selama proses pencarian dan evakuasi. Situasi ini menjadi perhatian publik, mengingat tingginya risiko transportasi udara di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai bagian dari tindak lanjut, IAT berkomitmen untuk transparan dalam setiap laporan yang akan dipublikasikan terkait kondisi terakhir pesawat dan kru, serta tindakan yang diambil setelah pencarian ini. Hingga saat ini, tim pencarian masih aktif bekerja dan diharapkan hasil positif dapat segera diperoleh.