[original_title]

Anggaran MBG Dikhawatirkan Kurangi Dana Pendidikan Menurut Misbakhun

Syracusebroadband.org – Polemik mengenai anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap menggerus dana pendidikan menjadi sorotan. Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, memberikan tanggapan resmi terkait hal ini, menegaskan bahwa pengalokasian anggaran adalah hak penuh pemerintah dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Dalam penjelasannya, Misbakhun mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ditargetkan hampir 83 juta jiwa akan menerima manfaat dari program MBG, mayoritas di antaranya adalah anak-anak dan siswa sekolah di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan pentingnya program tersebut, terutama dalam mendukung nutrisi generasi muda.

Lebih lanjut, Misbakhun menyatakan bahwa anggaran MBG diorganisir dengan pendekatan cross-cutting policy. Ini berarti anggaran dibagi sesuai dengan penerima manfaatnya, sehingga fungsinya dapat diperkuat. “Strategi ini mengarahkan anggaran agar mengikuti fungsi dan peran program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers pada Kamis (26/2/2026).

Ia juga menegaskan bahwa penyesuaian alokasi anggaran, termasuk dalam konteks punting budget policy, adalah bagian dari strategi untuk memperbesar jumlah penerima manfaat MBG. Dengan cara ini, pemerintah berusaha memperkuat dukungan bagi anak-anak Indonesia, yang kebanyakan berada dalam rentang usia sekolah.

Kesimpulannya, Misbakhun mengingatkan bahwa program MBG bertujuan menyinergikan pembiayaan dengan kebutuhan gizi anak, sehingga mendorong pertumbuhan yang sehat di kalangan generasi penerus bangsa.

Baca Juga  Inter Milan Tampil Menggila, Kalahkan Cremonese 4-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top