[original_title]

Sindikat Penipuan Online India Menjangkau AS dan Australia

Syracusebroadband.org – Sindikat penipuan online yang berasal dari India telah menyebar secara global, menargetkan korban di berbagai negara termasuk Amerika Serikat dan Australia. Sebelumnya, kejahatan siber ini banyak beroperasi di Asia Tenggara, namun dengan semakin ketatnya upaya penegakan hukum di kawasan tersebut, aktivitas penipuan ini beralih ke India, khususnya wilayah miskin seperti Jamtara dan Mewat.

Menurut laporan investigasi yang dipublikasikan oleh The Diplomat pada 7 September 2026, sindikat ini kini menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Penelitian dari Institut Teknologi Kanpur menunjukkan bahwa pusat-pusat penipuan di India menghasilkan sekitar USD10 miliar per tahun, sebagian besar berasal dari korban di luar negeri. Korban-korban ini terutama datang dari negara-negara seperti Inggris, Kanada, dan Australia.

Modus operandi yang umum digunakan oleh sindikat ini termasuk penipuan investasi kripto, yang meraup kerugian mencapai USD3,6 miliar sepanjang tahun 2024. Di sisi lain, kerugian yang ditanggung warga AS akibat aktivitas mereka selama periode 2023–2025 tercatat mencapai USD42 juta. Wilayah Jamtara dan Mewat, bersama dengan daerah sekitar Rajasthan, merupakan pusat dari sekitar 80 persen penipuan daring yang terjadi di India.

Sindikat yang beroperasi di Mewat menggunakan metode yang sederhana, termasuk telepon dan rekening bank. Mereka juga melibatkan anak-anak usia 12 tahun dalam aktivitas penipuan yang dapat mencapai 500 upaya setiap hari. Salah satu modus yang sering digunakan adalah menyamar sebagai staf layanan pelanggan dari perusahaan besar seperti Microsoft dan Apple, yang mengirimkan peringatan palsu untuk mengelabui korban agar memberikan akses ke rekening bank mereka.

Dengan perkembangan ini, penipuan online di India menjadi perhatian serius bagi otoritas internasional yang berupaya menangani dan menghentikan aktivitas ilegal ini.

Baca Juga  Ribuan Dokumen Epstein Dirilis, DPR AS Terpecah soal Transparansi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top