Syracusebroadband.org – Industri modifikasi dan komponen aftermarket otomotif Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan seiring dengan peningkatan produksi kendaraan nasional. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyatakan bahwa nilai pasar aftermarket otomotif di Indonesia diperkirakan lebih dari Rp70 triliun, dengan pertumbuhan tahunan antara 5 hingga 6,5 persen hingga tahun 2032.
Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Indonesia Modification Expo (IMX) 2026 di ICE BSD, Tangerang. Setia Diarta mengungkapkan bahwa besarnya pasar ini menciptakan peluang bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM), modifikator, serta produsen lokal untuk memperluas usaha mereka. Ia menekankan bahwa ekosistem modifikasi tidak hanya sebatas hobi, melainkan juga mencakup aspek kreativitas dan industri yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi.
Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas mengalami pertumbuhan 5,3 persen, memberikan kontribusi hampir 17 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Dalam konteks pertumbuhan industri otomotif, produksi mobil di Indonesia mencapai 859.000 unit, mengalami kenaikan 13,4 persen, sedangkan penjualan meningkat 20,1 persen. Untuk sepeda motor, produksi mencapai 4,79 juta unit, naik 3,4 persen, dengan penjualan domestik tumbuh 2,2 persen.
Kemenperin berupaya memaksimalkan potensi ini dengan meningkatkan kompetensi modifikator melalui pelatihan berbasis kompetensi, penguatan keselamatan kendaraan, dan pengembangan IKM komponen aftermarket. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri serta membuka akses ke pasar ekspor, memperkuat posisi industri modifikasi Indonesia di pasar global.