Syracusebroadband.org – Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, akan berpartisipasi dalam Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN yang akan digelar di Manila, Filipina. Pertemuan tersebut, yang berlangsung dari 19 hingga 22 September 2026, bertujuan untuk mempercepat integrasi ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Seiring dengan meningkatnya tantangan geoekonomi, seperti persaingan di antara kekuatan besar, proteksionisme yang berkembang, fluktuasi energi, dan gangguan rantai pasokan, ASEAN menunjukkan solidaritas untuk mengatasi berbagai isu ini. Roro menyatakan, tantangan-tantangan tersebut berpotensi mengancam pertumbuhan serta stabilitas ekonomi di kawasan.
Pertemuan AEM kali ini akan membahas sejumlah agenda ekonomi regional, dengan tema besar “Navigating Our Future, Together”. Selain meninjau kemajuan dalam prioritas ekonomi utama, para menteri juga akan memperkuat keputusan yang telah diambil serta mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dengan mitra dialog.
Dalam rangkaian pertemuan, Roro juga diagendakan untuk menghadiri beberapa sesi penting seperti Dewan Perdagangan Bebas ASEAN ke-40 dan Pertemuan Tingkat Menteri RCEP ke-5. Di samping itu, ia akan melakukan pertemuan bilateral dengan negara-negara mitra, termasuk Rusia, China, Inggris, dan Kanada, untuk meningkatkan hubungan ekonomi eksternal.
Roro menekankan pentingnya tindakan kolektif ASEAN agar dapat menghadapi tantangan bersama dan menciptakan arsitektur keamanan ekonomi yang kuat. Dengan bersatu, ASEAN diharapkan dapat tetap tangguh di kancah perekonomian global, memberikan peluang yang lebih baik bagi semua negara anggotanya.