Syracusebroadband.org – Realisasi investasi perusahaan Amerika Serikat (AS) di Indonesia selama periode 2020 hingga semester pertama 2025 mencapai 14,85 miliar dolar AS, setara dengan sekitar Rp259,9 triliun. Angka ini diperoleh dari laporan yang disampaikan oleh US-ASEAN Business Council (USABC). Marc Mealy, Wakil Presiden Eksekutif Penelitian dan Chief Policy Officer USABC, menjelaskan bahwa investasi tersebut mencerminkan kontribusi signifikan perusahaan AS terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan berbagai sektor di tanah air.
Dalam peluncuran Laporan Bisnis AS di Indonesia (BISA) 2026 di Jakarta, Mealy menyatakan bahwa di balik angka investasi tersebut terdapat program dan kemitraan yang berfungsi memberi dampak nyata bagi masyarakat. Selama periode investasi tersebut, komitmen untuk investasi perusahaan AS di Indonesia diperkirakan mencapai Rp399,7 triliun, yang setara dengan 22,84 miliar dolar AS.
Laporan BISA 2026 tidak hanya menceritakan investasi, tetapi juga berbagai inovasi yang diperkenalkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut untuk menyokong pertumbuhan ekonomi, pengembangan talenta, serta peningkatan daya saing Indonesia. Selain itu, USABC mencatat 91 inisiatif inovasi yang dilaksanakan oleh 43 perusahaan AS, dengan nilai total mendekati 24,8 miliar dolar AS, menyangkut beragam sektor seperti teknologi digital, energi, dan jasa keuangan.
Dari 91 inisiatif yang teridentifikasi, sekitar 41 persen berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, menjangkau 10,7 juta penerima manfaat, di antaranya adalah empat juta perempuan. Mealy menekankan pentingnya inovasi untuk meningkatkan produktivitas serta mendukung ambisi pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen. Laporan ini juga bertujuan untuk memotivasi diskusi tentang peluang kerjasama lebih lanjut di masa depan antara perusahaan AS dan Indonesia.