[original_title]

Kenaikan Harga Minyak Dunia Tambah Beban Subsidi BBM

Syracusebroadband.org – Kenaikan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memberikan dampak signifikan terhadap kompensasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listyanto, mengungkapkan bahwa meskipun lonjakan harga minyak ini bersifat sementara dan dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, seperti antara AS dan Iran, hal ini tetap dapat berimbas pada inflasi dan anggaran negara.

Pada Kamis, 10 September, harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencapai 100,88 dolar AS per barel, mencatat kenaikan sebesar 4,83 dolar AS atau 5,03 persen dari hari sebelumnya. Eko menyatakan bahwa untuk tahun ini, pemerintah bertanggung jawab menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak naik, yang akan membutuhkan anggaran tambahan untuk kompensasi.

Dikatakannya, upaya memperbaiki kebijakan subsidi penting dilakukan agar tidak menambah beban pada APBN, terutama saat harga minyak global mengalami lonjakan. Lonjakan harga ini juga berisiko meningkatkan inflasi, di mana banyak sektor industri dan distribusi menggunakan BBM non-subsidi. Selain itu, harga bahan baku yang berasal dari minyak bumi, seperti plastik, juga dapat mengalami kenaikan.

Eko mencatat bahwa fenomena alam, seperti el-nino, turut mempengaruhi situasi ini. Ia menambahkan bahwa harga BBM non-subsidi berpotensi disesuaikan dengan harga pasar, yang memungkinkan kemungkinan kenaikan harga lebih lanjut. Secara keseluruhan, kebijakan subsidi BBM akan menjadi tantangan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian harga minyak dunia.

Baca Juga  Corin Kolaborasi dengan Petani Melalui Program Mitra Tani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top