[original_title]

Leon Panetta Ramalkan Konflik AS-Iran Berlangsung Enam Bulan

Syracusebroadband.org – Mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, memprediksi bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran akan terus berlanjut setidaknya enam bulan lagi. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah konflik yang dianggap berujung pada kebuntuan, karena rencana gencatan senjata awal tidak berhasil. Sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan nampak minim kemajuan, dengan negosiasi terhenti sejak bulan Juni lalu.

Panetta, yang pernah menjabat sebagai Kepala CIA dan merupakan penasihat utama di era Presiden Barack Obama, memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi menjadi perang abadi di Timur Tengah. Dalam wawancara dengan media, ia menyatakan, “Kita terjebak dalam kebuntuan yang mengerikan, dengan sedikit pilihan untuk mengakhiri perang ini.” Ia menambahkan bahwa tanpa resolusi cepat, konflik ini dapat berlanjut lebih lama dari yang diharapkan.

Di tengah pernyataan Panetta, Iran juga meningkatkan upayanya untuk mengatasi dampak ekonomi akibat sanksi AS. Komando Pusat AS melaporkan serangan terhadap tiga tanker minyak milik Iran setelah terjadi serangan rudal dari Iran ke kapal angkatan laut AS. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memperingatkan bahwa setiap aksi terhadap kepentingan Iran akan mendapat respons yang lebih kuat dan cepat.

Sementara itu, meskipun Iran berusaha melakukan blokade di Selat Hormuz, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa aliran minyak tetap berjalan lancar dengan rata-rata lebih dari 9 juta barel per hari. Wright menegaskan bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengamankan jalur tersebut meskipun Iran berusaha menciptakan ketegangan. Pandangan ini menunjukkan kompleksitas situasi yang dihadapi oleh kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan global.

Baca Juga  Febriana Meilysa Lanjut ke Putaran Berikutnya, Marwan Aisyah Kalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top