Syracusebroadband.org – Kementerian Kesehatan melaporkan angka gangguan kesehatan jiwa di Indonesia terus menunjukkan angka yang signifikan. Dalam program Cek Kesehatan Gratis hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 186.629 orang dewasa dan lansia mengalami depresi. Sementara itu, di kalangan anak usia sekolah dan remaja, angka ini mencapai 34.961 jiwa.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, dalam konferensi pers di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, pada Jumat, 4 September 2026, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan mental di Indonesia perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, tren risiko gangguan kesehatan jiwa pada remaja dan anak-anak memperlihatkan kekhawatiran yang semakin meningkat. Dari sekitar 33 juta penduduk yang diperiksa, gejala depresi dan kecemasan pada anak-anak dan remaja ditemukan 1,6 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok dewasa dan lansia.
Dante menambahkan, data dari cek kesehatan gratis menunjukkan bahwa sekitar 1,08 persen anak-anak mengalami gangguan jiwa. Angka tersebut, jika dibandingkan dengan 186.000 orang dewasa yang mengalami depresi, menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi dalam bidang kesehatan mental.
Kementerian Kesehatan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih aktif dalam memeriksakan kesehatan mental, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa. Menyusul data tersebut, pemerintah berencana untuk meluncurkan program-program baru yang bertujuan untuk membantu anak dan remaja yang mengalami masalah kesehatan mental, agar mereka dapat mendapatkan dukungan yang diperlukan.