[original_title]

BNPB Tutup Sementara Objek Wisata Utama di NTT Pascagempa

Syracusebroadband.org – Sejumlah destinasi wisata di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara pascagempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang kawasan tersebut. Penutupan ini dimaksudkan untuk memastikan keselamatan wisatawan dan melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur yang terdampak.

Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjelaskan bahwa lokasi-lokasi seperti Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende menjadi fokus penutupan. “Kami ingin memastikan keamanan dan kelayakan infrastruktur wisata,” ujar Berton.

Proses verifikasi dan pemulihan akan dilakukan oleh tim petugas, dan informasi terbaru terkait pembukaan kembali objek wisata akan disampaikan oleh otoritas pariwisata setempat. Meskipun begitu, kegiatan pariwisata di Taman Nasional Komodo tetap beroperasi normal tanpa adanya insiden.

BNPB melaporkan bahwa sekitar 5.000 orang mengungsi akibat kerusakan rumah yang disebabkan guncangan gempa, dengan data menunjukkan 914 rumah mengalami rusak berat. Selain itu, kerusakan juga dialami oleh 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah. Hingga 17 Agustus, jumlah korban jiwa mencapai 68 orang, terbagi di beberapa kabupaten di NTT.

“Keamanan dan keselamatan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, merupakan prioritas utama kami,” tambah Berton. Penanganan gempa menjadi fokus bersama, dengan harapan restorasi kawasan wisata dapat berlangsung cepat dan aman.

Baca Juga  Marc Marquez Alami 8 Cedera Parah, Nomor 1 Sulitkan Juara MotoGP 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top