[original_title]

Bahlil Tanggapi Permintaan Pengolahan Gas Andaman di KEK Arun

Syracusebroadband.org – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa permintaan pengolahan gas dari Blok Andaman oleh Pemerintah Aceh di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe masih dalam tahap pertimbangan. Dalam konferensi pers yang diadakan di Banda Aceh, Sabtu lalu, Bahlil menekankan pentingnya analisis ekonomi dalam pengambilan keputusan tersebut.

Dia menjelaskan bahwa meskipun permintaan tersebut menarik, semua pihak perlu mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan atau win-win solution, terutama terkait biaya yang harus dikeluarkan. “Kami belum bisa memutuskan karena ini masih dalam pembahasan. Jika biaya terlalu tinggi, sulit untuk mengatakan ya,” ungkap Bahlil.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, telah menulis surat kepada Presiden RI dan Menteri ESDM terkait pengelolaan migas yang ditemukan oleh Mubadala Energy di Lapangan Tangkulo South Andaman. Permintaan dari Pemerintah Aceh termasuk pengolahan gas secara onshore dan pengalokasian gas untuk industri lokal, seperti Pupuk Iskandar Muda.

Bahlil mengingatkan bahwa temuan gas tersebut berada di atas 12 mil laut, membuat harga infrastruktur seperti pembangunan pipa gas menjadi tinggi, yang berdampak pada harga jual gas yang mungkin tidak kompetitif. “Biaya pembangunan pipa gas sangat tinggi, yang berpotensi membuat harga mencapai di atas 10 dolar AS per MMBTU,” ujarnya.

Mubadala Energy berencana produksi awal sekitar 300 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), yang sebagian besar untuk disuplai ke PLN dan industri lokal. Bahlil menegaskan pentingnya bagi hasil untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Baca Juga  Gerald Vanenburg Ungkap Kekecewaan Usai Kekalahan Timnas U-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top