Syracusebroadband.org – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyoroti pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di subsektor kuliner, khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang bakery dan cake. Pada acara perayaan 18 tahun Sekarwangi Cake di Serpong, Tangerang, Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Arsitektur dan Desain, Linda Emilda, menjelaskan bahwa subsektor ini semakin terbuka bagi berbagai peluang usaha dan mendorong kreativitas masyarakat.
Linda menyatakan bahwa perkembangan ini juga mendorong daya saing di industri melalui kegiatan kolaboratif. Festival Kuliner Nusantara menjadi contoh nyata, di mana Sekarwangi Cake menghadirkan kue sepanjang 18 meter yang melambangkan kekayaan budaya Nusantara. Kegiatan ini melibatkan banyak individu, mencerminkan pertumbuhan dan inovasi dalam dunia kuliner.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, juga memberikan apresiasi terhadap Sekarwangi Cake yang menggabungkan berbagai budaya melalui kuliner. Dalam acara tersebut, 18 pembuat kue dari berbagai daerah berkolaborasi untuk menghias kue, menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan yang mampu menciptakan karya yang unik.
Pendiri Sekarwangi Cake, Ni Kadek Oktari Anggia, mengungkapkan bahwa selama hampir dua dekade, usaha ini telah berkembang dari sebuah usaha rumahan menjadi salah satu nama terkenal di industri customized cake Indonesia. Dengan dukungan Kementerian Ekraf, diharapkan UMKM di bidang bakery dan cake dapat terus berkembang, mempersembahkan berbagai inovasi kuliner yang menyemarakkan pasar dan menarik perhatian masyarakat luas.