[original_title]

Kepala Bapanas Diskusikan Stabilisasi Harga Telur dengan Peternak

Syracusebroadband.org – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengadakan pertemuan dengan perwakilan peternak ayam petelur dari seluruh Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah menjaga stabilitas harga telur di tingkat produsen, yang belakangan ini mengalami penurunan yang signifikan.

Dalam sambutannya di Jakarta pada hari Selasa, Amran mengungkapkan rasa terima kasih kepada para peternak yang telah hadir. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengatasi kelebihan pasokan yang mengakibatkan harga telur menurun di bawah tingkat yang menguntungkan bagi peternak. Ia menyatakan, “Kami berusaha mengambil langkah cepat untuk melindungi peternak dari potensi kerugian.”

Pemerintah, menurut Amran, telah menyiapkan beberapa kebijakan untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan serta menstabilkan pasokan dan harga telur. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram, yang diharapkan dapat membantu mengatasi situasi ini.

Amran juga menjelaskan bahwa bantuan akan disalurkan melalui Perum Bulog dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga harga pakan ternak. Dalam konteks ini, Amran berkomunikasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang akan dilakukan tiga kali dalam seminggu.

Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, menyambut baik langkah cepat pemerintah tersebut, yang dianggap sangat mendukung usaha peternakan di Indonesia. Ia mengimbau pedagang dan pelaku usaha untuk mematuhi harga acuan yang telah ditetapkan, serta menyerukan peternak untuk melapor jika mendapati pembelian telur di bawah harga acuan.

Baca Juga  Trump Beri Ultimatum kepada Anggota NATO, Apa Alasannya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top