[original_title]

Israel Utamakan Perawatan Hewan, Aktivis Flotilla Terkejut

Syracusebroadband.org – Aktivis kemanusiaan dari misi Flotilla for Gaza memberikan kesaksian mengguncangkan mengenai kekerasan yang dialami saat tangkapan kapal bantuan oleh pasukan Israel di perairan internasional. Bilal Kitay, aktivis asal Turki, mengungkapkan bahwa perlakuan pasukan Israel jauh dari aspek kemanusiaan, bahkan lebih baik dibandingkan perlakuan mereka terhadap hewan. Pernyataan ini disampaikan setibanya di Bandara Istanbul pada 21 Mei.

Insiden terjadi pada 18 Mei, ketika sebuah kapal kecil yang ditumpangi Kitay dan enam aktivis dari berbagai negara disergap oleh sekitar sepuluh anggota komando marinir Israel, lebih dari 500 kilometer dari pantai Israel. Salah satu aktivis, Julien Cabral asal Belgia, menceritakan bahwa pasukan Israel menyerang dengan agresif, meskipun mereka mengangkat tangan sebagai tanda menyerah. Ia mengalami cedera serius, termasuk luka di mata dan pelipis.

Setelah ditangkap, para aktivis dipindahkan ke kapal penjara dan ditempatkan dalam kontainer dengan tangan terikat. Selama tiga hari penahanan, mereka mengeluhkan perlakuan tidak manusiawi, termasuk penolakan akses medis dan kekurangan kebutuhan dasar. Mengacu pada kondisi selama penahanan, Cabral menyatakan bahwa mereka diperlakukan dengan kasar dan sering mendapat penghinaan.

Meski menghadapi trauma, semangat para aktivis untuk melanjutkan misi kemanusiaan tetap tak tergoyahkan. Turki telah mengevakuasi 422 orang, termasuk 85 warganya, serta menyiapkan medis dan ambulans di bandara. Kitay menegaskan bahwa meskipun insiden ini lebih brutal dibanding sebelumnya, ia akan kembali melanjutkan misi tersebut. Cabral menambahkan niatnya untuk terlibat di konvoi bantuan berikutnya, mencerminkan komitmen mereka untuk terus berjuang demi kemanusiaan.

Baca Juga  Skuad Garuda Meloncat 4 Peringkat di Ranking FIFA Jika Juara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top