Syracusebroadband.org – Penerbangan Garuda Indonesia resmi berhenti beroperasi di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu terhitung sejak 28 Maret 2026. Hal ini disampaikan oleh General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Fatmawati Soekarno, Muhammad Haekal, yang mengonfirmasi bahwa penerbangan tersebut kini telah berakhir.
Sebelumnya, maskapai ini melayani rute dari Jakarta menuju Bengkulu dan sebaliknya. Meskipun demikian, alasan spesifik di balik penghentian penerbangan tersebut belum bisa dijelaskan oleh pihak Angkasa Pura II. Haekal menyarankan agar informasi lebih lanjut dapat ditanyakan langsung kepada pihak maskapai.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, telah mengunjungi Kantor Pusat Garuda Indonesia di Tangerang untuk mendiskusikan keberlanjutan layanan penerbangan tersebut. Dalam pertemuan itu, Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menjelaskan bahwa penghentian penerbangan di daerah tersebut disebabkan oleh faktor bisnis. Tingkat keterisian penumpang di rute Bengkulu dinilai masih rendah, sehingga berdampak pada potensi kerugian bagi perusahaan.
Walaupun menghentikan operasional, manajemen Garuda Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dan tetap terbuka untuk membangun sinergi demi mempertahankan layanan penerbangan yang optimal. Dengan berakhirnya penerbangan ini, masyarakat Bengkulu diharapkan dapat mempertimbangkan alternatif transportasi lainnya. Dengan demikian, meski ini adalah langkah berat bagi maskapai, pihak pemerintahan masih berharap untuk menemukan solusi bersama di masa depan.