Syracusebroadband.org – Ketegangan meningkat di Capitol Hill ketika anggota Partai Demokrat melakukan aksi walk out dari pengarahan tertutup yang dipimpin oleh Jaksa Agung Pam Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, pada Rabu, 18 Maret 2026. Tindakan ini diambil sebagai respon terhadap ketidakpuasan mendalam terhadap penanganan dokumen investigasi terkait Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Robert Garcia, anggota DPR yang berasal dari Partai Demokrat, mengecam pengarahan tersebut dan menyebutnya sebagai “penghinaan total terhadap proses hukum”. Menurutnya, masyarakat Amerika seharusnya merasa marah atas situasi ini. Garcia mengungkapkan bahwa upaya Gedung Putih dalam menutup dokumen-dokumen terkait Epstein merupakan hal yang tidak bisa diterima.
Dari pertemuan itu, muncul perdebatan mengenai ketidakhadiran Bondi dalam deposisi bulan depan, meskipun dia telah menerima panggilan paksa atau subpoena. Garcia menegaskan bahwa pertemuan tertutup tidak dapat menggantikan kesaksian resmi yang harus dicatat dan ditranskrip untuk publik.
Situasi semakin memanas ketika Anggota DPR Summer Lee melaporkan perlakuan tidak pantas dari Ketua Komite Pengawas, James Comer. Lee mengungkapkan ketidakpuasan atas respon Comer ketika ia mempertanyakan apakah ia akan mematuhi subpoena terkait Bondi.
Sebelumnya, diinformasikan bahwa pengarahan ini merupakan bagian dari penyelidikan kemungkinan salah urus oleh pemerintah federal terkait kasus Epstein dan Ghislaine Maxwell. Meski ada undang-undang yang mewajibkan rilis semua dokumen, banyak anggota parlemen menganggap informasi yang diberikan terlalu banyak disensor. Di sisi lain, Todd Blanche membantah tuduhan bahwa Departemen Kehakiman mengabaikan para korban dan menegaskan kesiapan untuk menyelidiki jika ada bukti baru yang muncul. Konflik ini, yang telah berlangsung sejak masa jabatan awal administrasi Trump, menunjukkan bahwa kesepakatan mengenai transparansi dokumen masih jauh dari tercapai.