Syracusebroadband.org – OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan pasokan minyak secara signifikan dalam pertemuan yang dijadwalkan pada hari Minggu, 1 Maret 2026. Pertimbangan ini muncul setelah serangan udara yang diluncurkan oleh Israel terhadap sejumlah target di Iran, yang menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di wilayah tersebut yang kaya akan sumber daya minyak.
Dalam konteks ini, seorang delegasi OPEC+ menyatakan bahwa peningkatan pasokan mungkin akan dibahas secara serius selama pertemuan tersebut. OPEC+, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, sebelumnya telah merencanakan untuk melanjutkan peningkatan produksi minyak mulai bulan April setelah periode pembekuan yang berlangsung selama tiga bulan. Pada kuartal IV tahun 2025, OPEC+ telah menambah produksi secara bertahap sebanyak 137.000 barel per hari setiap bulannya.
Kekhawatiran terhadap stabilitas harga minyak global semakin meningkat. Banyak analis memprediksi bahwa jika konflik di Iran semakin meluas, harga minyak bisa mencapai angka USD 100 per barel. Hal ini tentunya akan berdampak tidak hanya pada pasar energi, tetapi juga pada ekonomi global secara keseluruhan.
Pertemuan ini akan menjadi sangat krusial, mengingat latar belakang ketegangan yang meningkat dan dampaknya terhadap pasokan global. OPEC+ akan mempertimbangkan langkah-langkah yang perlu diambil agar pasar minyak tetap stabil di tengah situasi yang tidak menentu saat ini. Keputusan yang diambil pada hari Minggu diharapkan dapat memberikan gambaran jelas tentang arah kebijakan produksi minyak ke depan.