[original_title]

CIO Danantara Jamin Demutualisasi BEI Tak Menimbulkan Konflik

Syracusebroadband.org – Demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi perusahaan terbuka yang dapat dimiliki oleh publik dipastikan tidak akan menimbulkan konflik kepentingan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, dalam sebuah wawancara di Gedung BEI, Jakarta.

Pandu menjelaskan bahwa meskipun Danantara Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemegang saham di BEI, peraturan dan pengawasan operasional bursa saham akan tetap dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “OJK-lah yang melakukan pengaturan. Pemegang saham fokus kepada profit untuk institusi itu,” ujarnya. Hal ini menunjukkan adanya peran penting dari OJK dalam menjaga independensi pengaturan pasar modal di Indonesia.

Dalam konteks demutualisasi, Pandu menekankan bahwa tujuan stakeholders adalah untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mengoptimalkan keuntungan yang dapat dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. Ia juga menyatakan bahwa BEI tidak akan dijadikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga independensi pasar modal tetap terjaga.

Terkait investasi, Pandu mengungkapkan rencana Danantara Indonesia untuk menginvestasikan 50 persen dananya di pasar modal domestik dalam bentuk obligasi dan ekuitas. Meskipun tidak merinci persentase spesifik untuk setiap instrumen investasi, ia menyatakan minatnya untuk terus aktif berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Demutualisasi bursa merupakan langkah strategis dari regulator untuk mereformasi pasar modal, meningkatkan transparansi, dan mengurangi potensi benturan kepentingan. Pemerintah telah berkomitmen untuk mempercepat proses ini, dengan peraturan yang berkaitan direncanakan akan terbit pada kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga  MPR Bersama Lembaga Adat Tanah Samawa Adakan Sarasehan Kebudayaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top