Syracusebroadband.org – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mendorong peningkatan pemilahan sampah untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dalam upaya menekan jumlah sampah di perkotaan, khususnya di Bandung, Jawa Barat. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, ia menekankan bahwa pemanfaatan RDF dapat menjadi solusi efektif dalam pengelolaan sampah, dengan catatan didukung oleh pemilahan yang baik dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan.
Pernyataan tersebut diungkapkan setelah Menteri Hanif menginstruksikan penghentian operasional insinerator yang melanggar baku mutu emisi udara di Kota Bandung, demi melindungi kesehatan masyarakat dari polusi. Ia juga mengingatkan Pemerintah Kota Bandung agar memperkuat sistem pengelolaan sampah dari sumber, yakni dengan melakukan pemilahan di tingkat rumah tangga.
Menurut data dari KLH/BPLH, pengelolaan sampah di Kota Bandung baru mencapai 22 persen, yang menyoroti urgensi tindakan nyata dari pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pengolahan limbah agar sesuai dengan standar lingkungan nasional. Hanif merekomendasikan penggunaan RDF sebagai bahan bakar alternatif, khususnya untuk sampah yang memiliki nilai kalor tinggi, merujuk pada kesiapan mitra pemanfaat.
Menteri juga menekankan bahwa tanggung jawab utama dalam pelayanan publik terkait pengelolaan sampah merupakan tugas pemerintah daerah, sesuai dengan mandat undang-undang. Ia berkomitmen untuk mendampingi pemerintah daerah dalam pengawasan ketat demi memastikan hak konstitusional masyarakat mendapatkan lingkungan yang sehat dan berkualitas. “Komitmen dan kepatuhan terhadap aturan lingkungan adalah kunci utama dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.