Syracusebroadband.org – PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengumumkan penyaluran dana Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp32,24 miliar sepanjang tahun 2025. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Dalam keterangan resminya, Pejabat yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudyo, menjelaskan bahwa jumlah dana yang disalurkan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp19,30 miliar. Peningkatan ini mencerminkan komitmen KAI untuk fokus pada program yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Penyaluran TJSL dialokasikan melalui tiga program utama: Program Pengembangan dan Pembinaan Usaha Mikro Kecil (UMK), Pengembangan Lingkungan, serta Community Relations. Ketiga program ini terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan hubungan harmonis antara KAI dan masyarakat sekitar.
KAI juga memperkenalkan Program MiKA (Mitra KAI) untuk mendukung kemandirian pelaku usaha dengan menyediakan berbagai pelatihan dan akses pasar. Melalui sertifikasi MiKA Certified, KAI memastikan mitra binaannya memiliki daya saing yang kuat. Program ini ditujukan untuk membantu UMKM memasuki pasar internasional melalui Program MiKA Go Global.
Sementara itu, program lingkungan mencakup penanganan bencana alam, dukungan pendidikan dan kesehatan, serta pelestarian alam. KAI berharap semua rangkaian program ini dapat memperkuat kepercayaan publik serta memberikan kontribusi nyata untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional yang berkesinambungan.