Site icon syracusebroadband.org

Sekjen MUI Puji Kapolri Jenderal Suyudi Usut Kapolres Sukoharjo

[original_title]

Syracusebroadband.org – Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena, dicopot dari jabatannya oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Langkah ini diambil menyusul polemik yang terjadi terkait penggeledahan di Pondok Pesantren Putri Hamalatul Qur’an di Sukoharjo, Jawa Tengah. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, menyatakan apresiasi terhadap keputusan tersebut dan menegaskan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam tindakan kepolisian.

Amirsyah menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh aparat dalam insiden tersebut tidak mencerminkan cara yang humanis, sehingga dapat membuat masyarakat merasa tidak nyaman. “Polisi bersama masyarakat merupakan bagian penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman. Namun, tindakan di Sukoharjo justru menciptakan suasana sebaliknya,” ujarnya.

Kapolri diharapkan dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Amirsyah menekankan bahwa penanganan kasus yang melibatkan masyarakat perlu mempertimbangkan aspek kemanusiaan untuk menciptakan rasa aman bagi semua pihak. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap kompak dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai pihak, agar situasi tetap aman dan damai.

Dalam pernyataannya, Amirsyah juga mengingatkan para pengelola pesantren dan lembaga tahfiz Al-Qur’an untuk menjalankan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terjalin lebih baik, serta menjaga ketenteraman bersama.

Exit mobile version