Syracusebroadband.org – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada Jumat sore, merugikan investor akibat ketidakpastian terkait konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG ditutup pada level 7.097,06, turun 67,03 poin atau 0,94 persen, sementara indeks LQ45 juga menyusut 12,77 poin atau 1,75 persen menjadi 718,96.
Analisis dari Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menunjukkan bahwa penutupan bursa saham di Asia pada hari yang sama menunjukkan variasi, dengan kecenderungan melemah. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya keraguan atas kemungkinan de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan yang berlanjut diberitakan berpengaruh terhadap volatilitas pasar global setelah Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi bahwa ketegangan dengan Iran akan berlanjut.
Ketidakpastian ini semakin meningkat setelah Iran menolak tawaran gencatan senjata dari AS dan mengeluarkan proposal balasan, sementara AS berencana untuk memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut. Ketegangan ini berpotensi memicu inflasi global serta mempengaruhi pertumbuhan ekonomi banyak negara, khususnya di tengah kenaikan harga energi.
Meskipun IHSG mayoritas berada di area negatif, ada sektor energi dan kesehatan yang tetap menunjukkan penguatan. Sektor energi meningkat sebesar 0,34 persen, sedangkan sektor kesehatan naik 0,15 persen. Namun, sembilan sektor lainnya mengalami penurunan, dengan sektor industri menurun paling dalam sebesar 1,20 persen.
Pada hari perdagangan itu, frekuensi transaksi mencatat sebanyak 1.393.686 dengan total nilai perdagangan mencapai Rp11,77 triliun. Sebanyak 274 saham mencatat kenaikan, sedangkan 379 saham mengalami penurunan. Situasi ini menjadi gambaran tantangan bagi pelaku pasar di tengah ketidakpastian global yang sedang berlangsung.
![IHSG Turun ke 7.097, Investor Cemas Konflik AS-Iran Berlanjut | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/03/Pembukaan-IHSG-usai-libur-Lebaran.jpg250326-Ada-3.jpg)