Syracusebroadband.org – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis mengalami potensi pergerakan variatif. Hal ini terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap sentimen baik dari tingkat global maupun domestik. IHSG dibuka merosot sebesar 15,34 poin atau 0,24 persen, sehingga berada di posisi 6.390,35. Sementara itu, Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami penurunan, sebesar 2,47 poin atau 0,39 persen, mencapai 630,08.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya menyebutkan bahwa IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 6.350 hingga 6.450 selama perdagangan hari ini. Dalam konteks global, data inflasi Price Consumer Index (PCE) Amerika Serikat untuk bulan Juli 2026 menunjukkan angka sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi PCE AS tercatat stabil di level 3,7 persen year on year (yoy), yang sedikit di atas estimasi sebelumnya sebesar 3,6 persen (yoy).
Inflasi PCE mengalami kenaikan bulanan sebesar 0,2 persen month to month (mtm) pada bulan Juli, melampaui ekspektasi pasar yang mengantisipasi kenaikan hanya sebesar 0,1 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan 0,1 persen pada Juni. Sementara itu, indeks PCE inti tetap di angka 3,3 persen (yoy) dan berada jauh di atas target The Fed yang ditetapkan sebesar 2 persen (yoy).
Dalam pengamatannya, pertumbuhan ekonomi AS mencapai 1,5 persen pada kuartal II-2026, melambat dari angka 2,1 persen pada kuartal sebelumnya. Dengan data yang menunjukkan ketahanan ekonomi dan inflasi yang masih tinggi, The Fed diperkirakan akan memiliki ruang untuk menjaga suku bunga stabil sembari menunggu hasil evaluasi dari data yang akan datang.
![IHSG Berpotensi Fluktuatif, Pantau Perkembangan Global dan Domestik | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/08/ihsg-ditutup-menguat-6594-poin-2836668.jpg)