Syracusebroadband.org – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengumumkan temuan menggembirakan terkait keberadaan induk badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dan anaknya yang diprakirakan berusia kurang dari lima bulan di Taman Nasional Ujung Kulon. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan terbaru ini menunjukkan indikator positif bagi keberhasilan pengelolaan dan perlindungan spesies langka tersebut.
Temuan ini didapatkan melalui rekaman kamera jebakan pada tanggal 29 Januari 2026 di malam hari, yang menunjukkan bahwa habitat badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga dan aman. Satyawan menjelaskan, keberhasilan ini berkat pengamanan kawasan yang konsisten dan kerja sama yang kuat dengan berbagai pihak. Induk badak yang terekam diduga bernama Arum, yang telah terdaftar dalam sistem pemantauan Kemenhut sebelumnya.
Kemenhut juga berencana untuk melakukan pemantauan intensif terhadap induk dan anak badak tersebut guna memastikan kelangsungan hidup populasi badak jawa. Langkah-langkah ini termasuk penguatan patroli, penggunaan teknologi untuk pemantauan, dan peningkatan kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk LSM, aparat penegak hukum, serta masyarakat lokal.
Satyawan mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya pelestarian badak jawa, yang merupakan salah satu satwa terancam punah paling langka di dunia dan simbol kebanggaan bangsa Indonesia. Upaya ini penting untuk menjamin kehidupan spesies tersebut agar bisa bertahan demi generasi mendatang.
![Temuan Badak Jawa Induk dan Anak di TN Ujung Kulon oleh Kemenhut | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-04-at-17.55.26-1.jpeg)