Syracusebroadband.org – PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) akan melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp270 miliar yang jatuh tempo pada 25 Oktober 2026. Corporate Secretary SGER, Michael Harold, mengungkapkan bahwa pelunasan ini akan dilakukan menggunakan kas internal perusahaan. Langkah ini merupakan upaya SGER untuk menjaga struktur permodalan yang sehat dan memenuhi kewajiban finansial tepat waktu.
Michael juga berharap tindakan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memberi ruang untuk ekspansi bisnis di tahun 2026. Selain itu, SGER mempersiapkan peluncuran Pabrik Hidrogen Peroxide (H2O2) yang dijadwalkan untuk dilakukan pada 1 Oktober 2026. Pabrik yang dibangun oleh anak usaha SGER, PT Hidrogen Peroxida Indonesia, berlokasi di Merak, Banten, dengan kapasitas produksi mencapai 20.000 metrik ton per tahun, menjadikannya sebagai pabrik H2O2 kedua terbesar di Indonesia.
Dengan kehadiran pabrik ini, SGER berharap dapat diversifikasi bisnis di luar sektor batu bara. “Prospek industri yang baik diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi SGER di masa depan,” kata Michael.
Selanjutnya, anak usaha lainnya, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA), sedang menjajaki pengembangan pabrik pengolahan nikel di Sulawesi Selatan. Pembangunan smelter ini merupakan bagian dari perjanjian kemitraan strategis dengan PT Hengsheng New Energy Material Indonesia. Michael menekankan inisiatif ini untuk memperkuat hilirisasi nikel dan meningkatkan nilai tambah komoditas mineral dalam negeri.
Hingga semester II 2026, SGER mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,32 triliun, meningkat 6,73 persen dari tahun lalu, dengan laba bersih mencapai Rp137,95 miliar. Michael optimis dengan rencana ekspansi dan aksi korporasi ini, SGER akan mencatatkan kinerja yang kuat di masa depan.
![Sumber Global Energy Bayar Obligasi Rp275 Miliar di Oktober | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/09/realisasi-devisa-ekspor-batu-bara-2825587.jpg)