Syracusebroadband.org – Algoritma kini berperan penting dalam membentuk narasi dalam dunia Islam, terutama saat konflik dan krisis meningkat. Menurut Tutik Lestari, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Darunnajah, teknologi tidak lagi bersifat netral; ia mengedepankan informasi terbanyak dan membentuk realitas yang dipersepsikan oleh masyarakat. Hal ini menjadi sangat relevan dengan meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah dunia Islam dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam konteks ini, publik dihadapkan pada penyajian informasi yang dikurasi oleh algoritma, di mana video viral dan narasi yang berkembang tidak hanya didasarkan pada fakta, tetapi juga hasil filter teknologi. Pertanyaannya muncul: Apakah dunia Islam berjuang di medan yang nyata atau juga di persepsi yang dibentuk oleh algoritma?
Dalam sepekan terakhir, konflik di negara-negara Muslim disertai oleh “perang narasi” di media sosial. Platform seperti X, TikTok, dan Instagram dipenuhi berbagai konten yang sering kali sulit diverifikasi. Laporan menunjukkan bahwa lebih dari 60% masyarakat global mendapatkan informasi melalui media sosial, dengan angka yang lebih tinggi di Timur Tengah dan Asia Selatan. Ini berarti bahwa pandangan publik tentang dunia Islam kini lebih dipengaruhi oleh algoritma dan konten yang dihasilkan pengguna dibandingkan oleh media tradisional.
Salah satu masalah utama adalah bahwa algoritma didesain untuk menarik perhatian, bukan untuk menyampaikan kebenaran. Konten yang memicu emosi ekstrem cenderung lebih cepat menyebar, menciptakan distorsi realitas yang berbahaya, terutama dalam situasi genting. Teknologi AI yang digunakan dalam platform digital memungkinkan penyebaran konten dramatis dan manipulatif, yang sering kali tidak memverifikasi konteks aslinya, sehingga publik bereaksi terhadap “realitas yang direkayasa.”
![Siapa Yang Mengatur Cerita di Zaman Kecerdasan Buatan? | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/04/algoritma-air-mata-dan-dunia-islam-siapa-mengendalikan-narasi-di-era-ai-vol.jpg)