Syracusebroadband.org – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat realisasi sebesar 9.063 hektare hingga 11 Mei 2026, yang setara dengan 18,13 persen dari target tahun ini yang ditetapkan sebesar 50.000 hektare. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan Kementan, Iim Mucharam, menjelaskan bahwa program ini bersifat sukarela dan didorong oleh insentif, bukan program mandatori.
Di dalam pelaksanaannya, program PSR 2026 paling banyak direalisasikan melalui jalur dinas, mencakup 5.222 hektare, sedangkan jalur kemitraan baru mencapai 3.841 hektare. Tingkat pencapaian PSR menunjukkan tren yang mencerminkan kesulitan, dengan data menunjukkan bahwa sejak 2017 hingga 2026, program ini jarang mencapai target, dan dalam tiga tahun terakhir capaian bahkan berkurang.
Pada 2024, PSR mencatat 49.658 hektare, sekitar 41,38 persen dari target 120.000 hektare, yang turun menjadi 37.499 hektare pada 2025, hanya mencapai 31,25 persen dari target yang sama. Iim menyatakan bahwa kendala utama dalam program ini berupa proses administrasi dan legalitas lahan yang membutuhkan waktu panjang, termasuk masalah status kawasan hutan dan hak guna usaha.
Keterbatasan data mengenai pekebun sawit rakyat juga menjadi hambatan dalam percepatan program. Pemerintah kini tengah berusaha menyusun data berbasis “by name by address” untuk mempercepat pelaksanaan PSR. Kemitraan antara pekebun dan perusahaan perkebunan besar masih belum optimal, meskipun skema ini berpotensi mempercepat realisasi program. PSR bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat dengan mengganti tanaman tua yang tidak produktif, saat ini produktivitas masih berkisar antara 2-3 ton minyak sawit per hektare per tahun.
![Realisasi PSR 2026 Baru Tercapai 18 Persen dari Target | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-19-at-16.15.04.jpeg)