Syracusebroadband.org – Mengakhiri permusuhan antara Lebanon dan Israel menjadi fokus utama Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington pada Selasa, 21 Juli. Kunjungan resmi Aoun ke Washington dimulai sejak 19 Juli dan mencakup sejumlah perbincangan mengenai penyelesaian konflik serta penarikan pasukan Israel dari selatan Lebanon.
Dalam pernyataan di Gedung Putih, Aoun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Trump dan timnya atas kerjasama yang terjalin, serta penandatanganan kerangka kerja yang bertujuan untuk mengakhiri keadaan permusuhan antara kedua negara secara permanen. “Sudah saatnya bagi Lebanon dan seluruh kawasan ini untuk menjadi stabil dan aman,” ungkap Aoun.
Lebanon berkomitmen untuk mematuhi perjanjian yang telah disepakati dengan Israel, yang diharapkan tidak akan memicu konflik baru di dalam negeri. Kerangka kerja yang ditandatangani pada 26 Juni ini mencakup pemulihan kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan dan penarikan senjata Hizbullah.
Proses pelaksanaan akan dimulai dari zona percontohan yang menjadi lokasi penarikan pasukan Israel. Meski demikian, hingga saat ini, Israel masih melakukan serangan ke Lebanon hampir setiap hari dan mempertahankan kehadiran militernya di wilayah selatan, yang menyebabkan banyak penduduk terpaksa mengungsi.
Dengan situasi ini, fokus Aoun dan pemerintah Lebanon terlihat jelas dalam upayanya untuk mencapai perdamaian dan keamanan jangka panjang bagi negara dan wilayah.
![Presiden Lebanon Serukan Penghentian Permusuhan dengan Israel | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/07/HizbullahLebanonBenderaAAnadolu.jpg)