Syracusebroadband.org – Prancis telah mengambil langkah signifikan dengan mengerahkan kapal pemburu ranjau untuk melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Keputusan ini diungkapkan oleh Presiden Emmanuel Macron pekan lalu melalui platform X. Dalam pernyataannya, Macron menegaskan bahwa “aset penanggulangan ranjau Prancis siap berkontribusi, bersama dengan mitra kami, untuk melanjutkan navigasi sepenuhnya dan untuk memastikan keselamatan lalu lintas di Selat Hormuz.”
Tindakan ini dilakukan setelah Presiden Macron menjalin komunikasi dengan otoritas Oman, di mana ia memutuskan untuk mengembalikan kapal induk Charles de Gaulle ke pelabuhan. Namun, kapal pemburu ranjau dan pengawalnya akan tetap dikerahkan dan siap membantu mitra internasional. Langkah ini menunjukkan komitmen Prancis untuk memelihara stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut.
Keterlibatan Prancis di Selat Hormuz tidak disambut baik oleh Iran, yang sudah menolak partisipasi Prancis di endapan ranjau yang menjadi perhatian internasional. Selain itu, dalam perkembangan lain, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Macron mengeluarkan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital bagi perekonomian global. Keduanya sepakat bahwa memulihkan transit yang aman bagi kapal-kapal dari berbagai negara merupakan isu global yang perlu diperhatikan dengan serius.
Pengaruh dan peranan Prancis serta Inggris dalam menjaga keamanan di Selat Hormuz menjadi sangat penting mengingat wilayah ini merupakan titik lalu lintas utama bagi pengiriman energi dunia. Tindakan ini mencerminkan upaya bersama untuk memastikan keselamatan navigasi di laut internasional.
![Prancis Kirim Kapal Pemburu Ranjau ke Selat Hormuz | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/07/prancis-kerahkan-kapal-pemburu-ranjau-di-selat-hormuz-acg.jpg)