Syracusebroadband.org – Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Sumut) berperan aktif dalam menangani krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda wilayah tersebut, khususnya Kota Medan dan sekitarnya. Upaya ini terwujud lewat penugasan personel polisi sebagai sopir truk tangki BBM untuk memastikan distribusi tidak terganggu.
Kepala Biro Operasi Polda Sumut Kombes Dwi Tunggal Jaladri menyampaikan, keputusan ini diambil setelah adanya rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Salah satu penyebab keterlambatan distribusi adalah berkurangnya jumlah awak mobil tangki. Dalam tanggapannya, Polda Sumut menyiapkan sepuluh personel terlatih yang memiliki keterampilan khusus untuk mengemudikan truk tangki sebagai langkah interim agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Dwi menekankan bahwa para petugas tersebut telah dilengkapi dengan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam distribusi energi. Keterampilan ini diperoleh dari penanganan bencana alam di Tapanuli pada tahun 2025 yang lalu. Selain itu, Polda juga mengerahkan 786 personel untuk menjaga keamanan dan mengatur lalu lintas di 325 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumut, dengan tujuan utama mencegah kemacetan akibat antrean kendaraan.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menambahkan, pengawalan ketat mobil tangki dilakukan mulai dari Depo Pertamina menuju SPBU di Medan dan daerah sekitarnya, termasuk Sidikalang. Ia menyatakan saat ini sebelas mobil tangki tengah dikawal oleh polisi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia memastikan bahwa stok BBM di Sumut cukup meskipun ada masalah internal dalam distribusi. Polda Sumut berkomitmen untuk terus memantau distribusi hingga situasi kembali normal.
![Polisi Sumut Jadi Sopir Truk Tangki Atasi Krisis BBM | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/07/1784215121_8ee4475e80bbcb224a93.jpg)