Syracusebroadband.org – Pentagon dan CIA telah meningkatkan penggunaan tes poligraf sebagai alat untuk melacak pengkhianatan di kalangan pegawai pemerintah. Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai instansi federal, termasuk FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), mulai menerapkan metode ini untuk mengungkap kebocoran informasi yang merugikan.
FBI mengonfirmasi kepada NPR bahwa langkah ini diambil untuk mengidentifikasi pegawai yang diduga memberikan informasi sensitif kepada media. “Kami bisa, harus, dan akan melakukan tes poligraf terhadap personel kami,” kata Tricia McLaughlin, Asisten Menteri DHS untuk Urusan Publik, menegaskan komitmen departemen terhadap keamanan nasional dan penindakan hukum terhadap pelanggar.
Belum lama ini, Pentagon pun melakukan tes poligraf pada sekitar 50 anggota Staf Gabungan militer AS. Ini bagian dari penyelidikan serius terkait kebocoran informasi kepada wartawan. Salah satu bocoran yang dilaporkan termasuk isu kekurangan amunisi, yang berpotensi membahayakan posisi Amerika Serikat dalam konflik seperti perang melawan Iran.
Tes poligraf ini dilakukan pada bulan Agustus, saat media melaporkan tentang kurangnya senjata penting, termasuk rudal jarak jauh dan sistem pertahanan Patriot. Tindakan ini mendemonstrasikan upaya yang signifikan dari pemerintah untuk menanggapi ancaman informasi yang dianggap sensitif, dengan harapan mencegah dampak negatif terhadap operasi dan strategi nasional.
Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam badan-badan pemerintahan membuat penggunaan tes ini menjadi isu yang memicu diskusi luas di kalangan masyarakat dan pembuat kebijakan. Dengan meningkatnya ketergantungan pada informasi yang akurat, tes poligraf dipandang sebagai alat penting dalam menghadapi tantangan yang ada.
![Pentagon dan CIA Andalkan Tes Poligraf untuk Temukan Pengkhianat | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/09/pentagon-dan-cia-kerap-gunakan-poligraf-untuk-melacak-pengkhianat-apakah-efektif-qsv.jpg)