Syracusebroadband.org – Pengiriman kendaraan dari pabrik ke dealer atau penjualan grosir pabrikan mobil asal China di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada kuartal pertama tahun ini, mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 79 persen. Peningkatan ini jauh melampaui pertumbuhan penjualan mobil nasional yang hanya mencapai 1,7 persen.
Data menunjukkan total penjualan wholesale kendaraan penumpang dan niaga mencapai 37.115 unit, dengan pangsa pasar merek-merek China meningkat menjadi 17,8 persen dibandingkan 10,1 persen pada periode yang sama tahun lalu. Dua merek teratas, BYD dan Jaecoo, masing-masing berhasil mendistribusikan 12.473 unit dan 8.065 unit, menempatkan mereka pada posisi keenam dan ketujuh dalam daftar merek terlaris nasional.
Pabrikan lain seperti GAC Aion juga mencatat kenaikan penjualan yang signifikan, dengan pertumbuhan 79 persen, menjadikannya terjual sebanyak 2.148 unit. Sebagian besar penjualan berasal dari model Aion V, yang tetap stabil di tengah persaingan kendaraan compact SUV listrik yang kian ketat.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menjelaskan bahwa pemahaman konsumen mengenai nilai kendaraan listrik semakin meningkat. Faktor perakitan lokal (CKD) menjadi penting tidak hanya dalam hal penghematan biaya, tetapi juga menjamin ketersediaan unit dan layanan purnajual. Keputusan untuk beralih ke kendaraan listrik juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan bakar fosil akibat konflik global.
Dengan pertumbuhan yang pesat, pabrikan mobil China di Indonesia menunjukkan potensi besar untuk masa depan industri otomotif, berlandaskan pada inovasi dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar dan konsumen.
![Penjualan Mobil China di Indonesia Melonjak 79 Persen Q1 2026 | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/04/CjkinzN000013_20260416_CBMFN0A001.jpg)