Site icon syracusebroadband.org

Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar Dolar untuk Program Padat Karya

[original_title]

Syracusebroadband.org – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperbaiki industri padat karya, khususnya sektor tekstil, dengan menyiapkan dana sebesar 6 miliar dolar AS. Komitmen ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta. Menurutnya, dana tersebut akan digunakan dalam skema co-invest dan/or co-financing untuk mendorong pertumbuhan industri tekstil yang dinilai masih memiliki potensi besar.

Airlangga mengungkapkan, nilai ekspor dari industri terkait saat ini sekitar 4 miliar dolar AS dan diprediksi bisa meningkat hingga sepuluh kali lipat dalam satu dekade mendatang. Hal ini tercermin dari penandatanganan berbagai perjanjian dagang dengan negara-negara utama di dunia, termasuk Eropa dan Asia, serta negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.

Dengan populasi global yang mencapai 8 miliar orang, permintaan terhadap produk sandang dan alas kaki tetap tinggi. Airlangga menegaskan bahwa keberlanjutan pasar untuk industri padat karya terjaga, meskipun ada anggapan bahwa sektor ini merupakan “sunset industry.” Dia menyebutkan, beberapa merek global seperti Nike dan Adidas terus mengalami pertumbuhan, yang menunjukkan bahwa industri tekstil masih relevan.

Pemerintah menilai, untuk mengubah persepsi di sektor keuangan, akses pembiayaan perlu dibuka untuk subsektor padat karya, termasuk tekstil dan furnitur. Airlangga menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam hal biaya tenaga kerja dan energi dibandingkan negara-negara lain seperti Vietnam dan China. Oleh karena itu, dia optimis bahwa Indonesia dapat kembali menjadi kekuatan utama di industri padat karya.

Exit mobile version