Site icon syracusebroadband.org

Papua Targetkan Turunkan Angka Stunting dari 23% ke 18%

[original_title]

Syracusebroadband.org – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan penurunan angka stunting menjadi 18 persen pada tahun 2026 dari sekitar 23 persen pada tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana yang diadakan di Jayapura pada Selasa, 14 April. Dalam rapat itu, para peserta membahas berbagai strategi dan intervensi yang diperlukan untuk mencapai target tersebut. Salah satu fokus utama adalah perbaikan gizi dan akses kesehatan bagi ibu hamil dan anak-anak, yang dianggap vital dalam mengurangi angka stunting.

Stunting, yang didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, menjadi salah satu tantangan serius di Papua. Angka stunting yang masih tinggi menunjukkan perlunya perhatian lebih dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Melalui program-program yang diarahkan pemerintah, diharapkan ada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi tumbuh kembang anak.

Gubernur Papua mengingatkan bahwa kerjasama lintas sektor sangat penting untuk mencapai target tersebut. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, tenaga kesehatan, dan lembaga swasta, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan.

Dengan pencapaian ini, pemerintah berharap dapat mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua. Kesehatan yang baik di kalangan anak-anak akan berimplikasi positif bagi generasi mendatang, sehingga pembangunan Papua dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Exit mobile version