Site icon syracusebroadband.org

Pakar ITS: Perlintasan Kereta Api Tidak Sebidang Cegah Kecelakaan

[original_title]

Syracusebroadband.org – Pakar transportasi darat dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof. Hera Widyastuti, menegaskan pentingnya perlintasan kereta api yang tidak sebidang sebagai solusi untuk mengurangi kecelakaan, terutama setelah insiden di dekat Stasiun Bekasi Timur yang mengakibatkan korban jiwa.

Prof. Hera menjelaskan bahwa perlintasan sebidang memiliki masalah dari sisi geometrik yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Posisi rel kereta yang lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan menyebabkan kendaraan melintas dalam kondisi menanjak, memperbesar kemungkinan pengemudi melakukan kesalahan teknis. Misalnya, dalam situasi panik saat menaiki tanjakan, pengemudi bisa salah mengoperasikan gigi, yang berisiko membuat mesin kendaraan mati di atas rel.

Dia juga menyoroti bahwa perlintasan sebidang sangat bergantung pada kepatuhan pengguna jalan dan fungsi palang pintu. Mengingat kereta api kategori heavy train dapat melaju hingga 110 km/jam dan memerlukan jarak pengereman yang panjang, maka, risiko benturan masih tinggi jika arus kendaraan bertemu langsung dengan kereta.

Untuk jangka panjang, Prof. Hera mendorong pembangunan infrastruktur perlintasan yang tidak sebidang, baik melalui jalan layang maupun jalan bawah tanah. Usulan ini diharapkan dapat menghilangkan pertemuan langsung antara kendaraan dan kereta api.

Di Surabaya, kebutuhan akan infrastruktur ini semakin mendesak seiring rencana pengoperasian Surabaya Regional Railways Line (SRRL) yang akan menghubungkan Surabaya dengan wilayah sekitarnya, menjadikan frekuensi perjalanan kereta lebih padat. Prof. Hera menekankan pentingnya segera menghapus perlintasan sebidang, terutama di daerah padat penduduk, demi keselamatan bersama.

Exit mobile version