Site icon syracusebroadband.org

Museum Bahari Dapatkan Peran Penting dalam Pengembangan Kota Tua

[original_title]

Syracusebroadband.org – Museum Bahari di Jakarta dipandang sebagai elemen penting dalam pengembangan kawasan Kota Tua, sejalan dengan kolaborasi antara Jakarta dan Rotterdam. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan tujuan ini saat meresmikan SDGs Corner di Museum Bahari pada hari Sabtu.

Rano menekankan bahwa Museum Bahari bukanlah sekadar tempat menyimpan sejarah maritim, melainkan bagian integral dari identitas sejarah dan maritim Jakarta. Ia menegaskan bahwa kota ini, sebagai kota pesisir, harus bisa menghadapi tantangan perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, dan banjir rob, yang berdampak pada masyarakat pesisir serta kelompok rentan seperti anak-anak.

Upaya pembangunan Jakarta harus berlandaskan pada keberlanjutan dan keadilan, sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). SDGs Corner di Museum Bahari dirancang sebagai ruang yang edukatif dan inklusif, mencakup tantangan dan solusi terkait pembangunan berkelanjutan dan kehidupan laut Indonesia.

Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Museum Bahari dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bertujuan untuk menciptakan platform kolaboratif bagi masyarakat untuk memahami masalah kemaritiman dan kehidupan pesisir. Melalui kebijakan seperti program pangan bersubsidi, layanan gratis bagi penyandang disabilitas, serta rehabilitasi daerah pesisir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip SDGs.

Rano menekankan pentingnya komitmen ini dalam mendefinisikan kembali Jakarta sebagai kota global, dengan harapan setiap warga mendapatkan kesempatan yang setara dalam pembangunan. Melalui berbagai program lingkungan, Pemprov DKI juga berusaha menanggapi dampak perubahan iklim secara nyata, termasuk rehabilitasi mangrove dan pembangunan infrastruktur untuk masyarakat pesisir.

Exit mobile version