Site icon syracusebroadband.org

Menteri KP: Rumput Laut Jadi Solusi Penting Pangan Nasional

[original_title]

Syracusebroadband.org – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan pentingnya rumput laut sebagai solusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang berkelanjutan. Dalam National Seaweed Forum 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, Trenggono menjelaskan bahwa rumput laut dapat dibudidayakan tanpa memberikan tekanan tambahan terhadap lahan pertanian, terutama di tengah tantangan lahan yang semakin terbatas.

Populasi global diperkirakan akan meningkat dari 8,23 miliar pada 2025 menjadi 9,66 miliar pada 2050, yang diprediksi meningkatkan permintaan pangan hingga 60%. Kebutuhan ikan diperkirakan mencapai 179 juta ton, meningkat 66%. Di Indonesia, jumlah penduduk kemungkinan akan naik dari 285,7 juta menjadi 320,7 juta pada 2050, mendorong kebutuhan protein ikan menjadi 7,62 juta ton per tahun.

Trenggono mengatakan, produksi rumput laut Indonesia diprediksi mencapai 11,6 juta ton pada 2025, dengan pertumbuhan 18,27% dari rata-rata produksi sebelumnya. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian, melibatkan lebih dari 200 ribu pembudidaya, dan menopang kehidupan lebih dari 1 juta orang. Meski begitu, rumput laut Indonesia sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku.

Berbagai tantangan pengembangan rumput laut masih dihadapi, termasuk kualitas budidaya, masalah harga, serta logistik. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan merencanakan lima pilar aksi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas rumput laut, serta memperkuat sektor industri dan tata kelola. Trenggono berharap, transformasi dari volume ke nilai tambah akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan mengoptimalkan potensi pasar rumput laut Indonesia.

Exit mobile version