Syracusebroadband.org – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan kunjungan resmi ke Beijing dalam rangka membahas isu-isu strategis, termasuk permintaan China agar Iran membuka Selat Hormuz. Kunjungan ini terjadi beberapa hari menjelang rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China, menciptakan ketegangan tersendiri antara ketiga pihak tersebut.
Dalam konteks ini, Iran dan China mencermati potensi dampak dari pertemuan Trump dengan pemimpin China. China, yang merasa terpengaruh oleh kebijakan AS terhadap Iran, mendesak Teheran untuk memberikan akses kembali ke Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sangat vital di kawasan tersebut. Pembicaraan diperkirakan akan berfokus pada dua agenda utama: mempertahankan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang sangat diinginkan oleh Beijing.
Sejak Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran, Beijing telah mengkritik langkah tersebut. China memperingatkan bahwa blokade dapat membahayakan stabilitas kawasan. Namun, kritik juga mulai diarahkan kepada Iran karena sikapnya yang terus menutup jalur pelayaran penting ini.
Dari pertemuan ini, diperkirakan bahwa Beijing akan menegosiasikan jenis dukungan yang dapat diberikan kepada Teheran jika Iran tetap bertahan dalam menutup Selat Hormuz. Dalam situasi geopolitik yang terus berkembang, langkah-langkah ini penting untuk menghindari konfrontasi lebih lanjut dan memastikan kelancaran jalur perdagangan internasional di kawasan tersebut. Kunjungan ini menandakan pentingnya diplomasi untuk menemukan titik temu dalam ketegangan yang ada.
![Menlu Iran Tiba di Beijing, China Desak Teheran Buka Selat Hormuz | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/05/menlu-iran-kunjungi-beijing-china-tekan-teheran-untuk-buka-selat-hormuz-rkl.jpg)