Syracusebroadband.org – Menteri Luar Negeri Inggris, Edward Samuel Miliband, mengklaim bahwa Israel kini kehilangan banyak teman dan sekutu akibat kebijakan dan tindakan yang dilakukan di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dalam wawancara yang disiarkan pada 15 September, Miliband menyatakan bahwa Israel tidak hanya kehilangan teman, tetapi juga tidak mendapatkan sekutu baru. Ia menekankan, “Mereka kehilangan sekutu di mana-mana.”
Miliband menyoroti bahwa status quo yang ada saat ini tidak berjalan baik. Ia menganggap proyek perluasan pemukiman E1 oleh Israel merupakan pelanggaran serius yang telah dipandang sebagai batasan oleh komunitas internasional. Sebagai bentuk respons, Inggris telah mengumumkan sanksi-sanksi terhadap Israel. Menurutnya, perluasan pemukiman tersebut akan memisahkan Yerusalem Timur dari Tepi Barat dan membuat Palestina tidak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah entitas.
Miliband juga menambahkan bahwa sanksi tersebut terinspirasi oleh keputusan Mahkamah Internasional yang meminta Israel untuk mengakhiri pendudukannya, membongkar pemukiman yang telah didirikan, serta membayar ganti rugi kepada Palestina. Ia mengingatkan pentingnya untuk mencari penyelesaian yang adil guna mencapai stabilitas di Timur Tengah melalui solusi “dua negara.”
Kritik lebih lanjut dilontarkannya mengenai tindakan yang dianggapnya sebagai pembersihan etnis oleh pemukim Israel. Ia menekankan bahwa Inggris tidak boleh membiarkan terorisme pemukim berlangsung tanpa tindakan. Menjelang pemilihan di Israel pada 27 Oktober, Miliband menegaskan pentingnya pesan jelas kepada rakyat Israel tentang tanggung jawab komunitas internasional dalam menanggapi pendudukan yang terus berlangsung. Sanksi yang diumumkan mencakup larangan impor dari pemukiman ilegal serta sanksi terhadap individu dan perusahaan yang memfasilitasi perluasan pemukiman.
![Menlu Inggris: Israel Kehilangan Teman dan Sekutu Kini | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/09/1789619222_f4dd55f8ec686e784c6f.png)