Site icon syracusebroadband.org

Mendikdasmen Abdul Muti Rilis Permendikdasmen 62026 Tangani Bullying

[original_title]

Syracusebroadband.org – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh anak di Indonesia. Langkah tersebut diumumkan melalui penerbitan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, yang bertujuan untuk memutus rantai perundungan di satuan pendidikan.

Abdul Mu’ti menekankan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden yang mengusung gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Sekolah diharapkan menjadi ruang aman bagi murid dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikologis. Dalam acara Penguatan Karakter dan Perlindungan Murid di Jakarta pada 25 Mei, ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesejahteraan mental dan fisik siswa.

Mendikdasmen juga menggarisbawahi perlunya pembenahan sarana fisik sekolah agar ramah bagi anak berkebutuhan khusus dan memiliki sirkulasi udara yang baik. “Konstruksi bangunan masa depan harus dirancang untuk semua kalangan,” ujarnya.

Lebih jauh, Abdul Mu’ti mengidentifikasi lima kelompok rentan yang sering menjadi korban perundungan di sekolah. Ia menegaskan bahwa perundungan sering kali dipicu oleh stratifikasi sosial. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat mengedepankan rasa kemanusiaan dan membuat suasana yang inklusif bagi semua siswa.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengapresiasi langkah pemerintah dan menjelaskan bahwa program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) telah menjangkau lebih dari 500 satuan pendidikan. Dessy menekankan pentingnya Permendikdasmen 6/2026 untuk memastikan keamanan di sekolah secara menyeluruh. Sekretaris Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan refleksi Hari Pendidikan Nasional, mendukung upaya menuju perbaikan sistem pendidikan nasional.

Exit mobile version