Syracusebroadband.org – Ketersediaan beras di tingkat ritel tetap terjamin meskipun pemerintah tengah menarik peredaran 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar gizi. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa stok beras yang ada aman saat konferensi pers setelah rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta pada 17 September 2026.
Menanggapi langkah penarikan tersebut, yang dimulai setelah hasil uji laboratorium menyatakan sejumlah merek beras gagal memenuhi klaim nutrisi, Budi memastikan ada tambahan pasokan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Perum Bulog ditugaskan untuk menyalurkan tambahan satu juta ton beras guna mengatasi potensi kekurangan pasokan. Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 7 September.
Dalam data yang diperoleh, Bulog mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah pada 16 September mencapai 4,6 juta ton, dan penyaluran SPHP sejak Maret hingga pertengahan September tercatat sekitar 794 ribu ton. Untuk menjaga distribusi yang efektif, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian.
Langkah menarik merek-merek bermasalah ini dimulai setelah Bapanas mengidentifikasi 25 merek beras yang tidak sesuai dengan standar, di mana 12 merek sudah ditarik sementara yang lainnya masih dalam proses. Keberadaan izin edar merek-merek tersebut juga dicabut berdasarkan hasil pengujian dari empat laboratorium independen.
Dalam hal ini, Kementerian Pertanian sedang berkolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki potensi pelanggaran hukum, dan Menteri Budi menegaskan sikap pemerintah untuk mendukung proses hukum yang berlangsung.
![Mendag Jamin Ketersediaan Stok Beras Ritel Usai Penarikan Merek | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/09/1789644313_2e88d6e61892e676eb7d.jpg)