Syracusebroadband.org – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat perlindungan pekerja dengan pendekatan yang lebih proaktif melalui visi “Beyond Care Insurance”. Dalam pernyataannya di Jakarta, Yassierli menekankan bahwa institusi tersebut seharusnya hadir lebih awal dalam pencegahan kecelakaan kerja, bukan hanya sebagai penanggung klaim setelah insiden terjadi.
Yassierli menggarisbawahi pentingnya dua aspek—promotif dan preventif—dalam perlindungan pekerja. Aspek promotif berfokus pada edukasi serta peningkatan kesadaran keselamatan kerja, sementara aspek preventif bertujuan untuk mencegah risiko sebelum terjadi kecelakaan. Menurutnya, strategi ini harus disertai dengan target terukur dan evaluasi yang akuntabel untuk memastikan efektivitasnya.
Menaker juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh BPJS Ketenagakerjaan, terutama dalam memperluas cakupan kepesertaan bagi pekerja informal. Ia menyatakan bahwa pekerja dalam sektor informal, yang sering kali tidak memiliki stabilitas finansial, membutuhkan solusi yang lebih kreatif dan efektif untuk mendapatkan perlindungan sosial.
Yassierli menekankan, tindakan perlindungan bagi pekerja informal bukan hanya sekadar pilihan, melainkan merupakan kewajiban negara. Dalam hal ini, aspek aktuaria setiap kebijakan juga harus diperhatikan agar keberlanjutan fiskal BPJS Ketenagakerjaan tetap terjaga.
Di akhir pernyataannya, Yassierli mengingatkan pentingnya integritas dan rasa krisis dalam pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan, menyerukan kepada setiap jajaran untuk memberikan manfaat riil bagi para pekerja. Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat bersinergi untuk mencapai kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja di Indonesia.
![Menaker Dorong BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Perlindungan | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/02/6db80e9c-5ea9-4c42-813b-b4b4f8faf874.jpeg)