Syracusebroadband.org – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya penguasaan sains dan teknologi sebagai kunci kemajuan umat Islam. Dalam acara pembukaan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026 yang diadakan di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada Rabu (4/11/2026), Menag mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk melahirkan ilmuwan yang tidak hanya mampu mengembangkan pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
OASE III diikuti oleh mahasiswa dari 54 PTKIN, dengan tujuan untuk berkompetisi, bertukar gagasan, dan memperkuat jejaring akademik di bidang agama, sains, dan riset. Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa agar Islam dapat kembali meraih kejayaan akademik, penting bagi umat untuk menguasai ilmu pengetahuan.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyebutkan bahwa sejarah keilmuan dalam Islam menunjukkan adanya hubungan yang erat antara pemahaman agama, penelitian, dan pengembangan teknologi. Dia mencontohkan bagaimana para ilmuwan Islam pada zaman dahulu berhasil memanfaatkan pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan air bersih dan pelayanan kesehatan.
Dia juga menekankan pentingnya menghidupkan tradisi bertanya, meneliti, dan menerapkan pengetahuan, sebagai langkah untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Selain itu, Nasaruddin menggarisbawahi peluang yang ada bagi PTKIN untuk berperan dalam pengembangan teknologi hilirisasi, yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Dengan pendekatan ini, diharapkan PTKIN dapat berkontribusi lebih besar dalam menjawab tantangan zaman dan mencapai kemajuan bersama.
![Menag Ajak PTKIN Manfaatkan Teknologi untuk Kembangkan Ilmu Islam | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/11/menag-dorong-ptkin-kembangkan-teknologi-hilirisasi-raih-kembali-kejayaan-ilmu-islam-yrc.jpeg)