Site icon syracusebroadband.org

Makna Filosofis Poster Ghost in the Cell oleh Joko Anwar

[original_title]

Syracusebroadband.org – Film terbaru berjudul “Ghost in the Cell” karya sutradara Joko Anwar menawarkan pengalaman menonton yang menggabungkan horor psikologis dengan makna sosial yang mendalam. Diluncurkan dalam pemutaran pratayang di Jakarta pada 9 April 2026, Joko dan produser Tia Hasibuan mengungkapkan bahwa keduanya menderita trypophobia, yaitu ketakutan terhadap lubang. Meskipun demikian, mereka memilih untuk menggunakan visual lubang-lubang dalam poster film sebagai bentuk konfrontasi terhadap ketakutan pribadi sekaligus komentar terhadap kondisi sosial saat ini.

Joko Anwar menjelaskan bahwa visual yang menampilkan lubang di tubuh karakter hantu mencerminkan sistem sosial yang rusak. Ia berharap, melalui poster tersebut, penonton merasa jijik, sebagai bentuk refleksi atas kejenuhan masyarakat terhadap ketidakpuasan pada struktur sosial yang ada. “Hantu ini mewakili sesuatu yang tidak kita pahami, dan jika kita merasa jijik, itu menandakan kita juga jijik terhadap kondisi tersebut,” tambahnya.

Lebih dari sekadar elemen estetika, lubang-lubang ini juga mencakup makna yang lebih dalam, yaitu menggambarkan individu yang terperangkap tanpa kesadaran akan sistem yang mengikat mereka. Film ini mempertunjukkan harapan di tengah kengerian, dengan tanaman yang tumbuh dari setiap lubang sebagai simbol kehidupan dan harapan di tengah kekacauan.

Joko Anwar bermaksud menjadikan “Ghost in the Cell” sebagai wahana untuk menyuarakan keresahan kolektif terhadap praktik korupsi dan kehilangan harapan. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 16 April 2026, menawarkan kepada penonton untuk menggali lebih dalam makna di balik kengerian yang dihadirkan.

Exit mobile version