Syracusebroadband.org – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengusulkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik pengelolaan lahan gambut di enam provinsi. Usulan tersebut disampaikan dalam Workshop Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di Jakarta pada Jumat lalu, di hadapan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Dalam kesempatan tersebut, Brian menjelaskan bahwa KKN tematik diharapkan dapat melaksanakan aktivitas di kawasan gambut sebelum memasuki periode rawan kebakaran. “Dengan cara ini, perguruan tinggi bisa berkontribusi sejak tahap pencegahan,” ujarnya. Fokus KKN ini adalah menjaga dan mengelola lahan gambut, namun Brian belum merinci enam provinsi serta jumlah mahasiswa dan perguruan tinggi yang akan dilibatkan.
Menurut rencana, mahasiswa dapat mulai bergerak pada bulan Juni jika gagasan ini ditindaklanjuti. Diungkapkan juga bahwa perguruan tinggi memiliki beragam sumber daya yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan gambut, termasuk dosen, laboratorium, dan hasil penelitian.
Selain itu, Brian membuka peluang untuk menghubungkan keterlibatan perguruan tinggi dengan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang dijalankan oleh Kementerian Transmigrasi. Pada tahun 2026, Kementerian Transmigrasi menyiapkan 1.476 peserta TEP dalam 246 tim untuk menjalankan riset dan pendampingan di 53 kawasan transmigrasi, dengan anggaran mencapai Rp226 miliar.
Data Kementerian Pendidikan Tinggi menunjukkan bahwa ada sekitar 10,75 juta mahasiswa terdaftar, dengan 3,34 juta di antaranya berada dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Brian berharap kontribusi akademisi dapat dioptimalkan dalam pengelolaan gambut. Kelembagaan BPGMN diharapkan dapat memberikan ruang bagi akademisi dan masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam upaya tersebut.
![KKN Tematik Kelola Gambut Usulan Mendiktisaintek di Enam Provinsi | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/10/1000201587.jpg)