Site icon syracusebroadband.org

Kepala Bapanas: Mafia Beras Tidak Dapat Ditoleransi

[original_title]

Syracusebroadband.org – Kepala Badan Pangan Nasional dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberantas praktik mafia beras yang merugikan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat konferensi pers di Jakarta pada hari Jumat, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi mafia beras di dalam negeri.

Amran menjelaskan bahwa upaya pemerintah melindungi konsumen dari praktik tata niaga yang merugikan akan terus dilakukan, dengan penegakan hukum terhadap pelanggaran. Ia menyebutkan bahwa total 102 tersangka telah diidentifikasi dalam kasus perberasan, dan proses hukum akan menjadi langkah krusial dalam memperbaiki sistem distribusi beras nasional.

Lebih lanjut, Amran menyoroti bahwa tindakan mafia beras menyebabkan kerugian yang signifikan, seperti kenaikan harga beras fortifikasi dari Rp13.000 per kilogram menjadi Rp57.000. Ia menekankan bahwa tindakan tidak adil ini harus dihentikan demi kepentingan rakyat.

Pemerintah juga mengambil langkah proaktif dengan melaksanakan operasi pasar, memberikan bantuan pangan, dan menyelenggarakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga beras. Amran mencatat bahwa bantuan pangan telah disalurkan kepada 33,24 juta orang di Indonesia, dan menambahkan satu juta ton beras untuk stabilitas harga.

Untuk memastikan keamanan pasokan beras nasional, stok yang tersedia dipastikan lebih dari 4 juta ton. Dengan begitu, pemerintah siap mengambil langkah intervensi ketika diperlukan untuk menjaga harga dan pasokan beras di masyarakat. Amran mengekspresikan optimisme bahwa dengan penguatan pasokan, harga beras di tingkat konsumen akan segera mengalami penurunan.

Exit mobile version