Site icon syracusebroadband.org

Kementan Tingkatkan Harga Ayam Hidup Untuk Lindungi Peternak

[original_title]

Syracusebroadband.org – Kementerian Pertanian (Kementan) kini lebih giat dalam menjaga harga ayam hidup agar tetap menguntungkan bagi peternak melalui serangkaian langkah pengendalian produksi dan distribusi. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, dalam keterangannya di Jakarta, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan harga ayam hidup di tingkat peternak melebihi harga pokok produksi (HPP), dengan harga acuan mencapai Rp25.000 per kilogram.

Saat ini, Kementan telah menetapkan harga minimal ayam hidup sebesar Rp22.000 per kilogram. Namun, ia mengakui adanya tekanan harga di sejumlah wilayah, terutama bagi peternak mandiri, yang masih belum optimal dalam menutupi biaya produksi. Sejak bulan Mei 2026, kesepakatan harga minimum berada di angka Rp19.500 per kilogram, tetapi harga di lapangan selama bulan Juni hingga Juli tercatat rendah, berkisar antara Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementan menghentikan sementara layanan rekomendasi usaha perunggasan dan mengontrol produksi day old chick (DOC). Rumah potong hewan unggas diinstruksikan untuk menyerap hasil peternak. Meskipun harga sudah menunjukkan stabilitas pada kisaran Rp22.000-Rp23.000 pada Agustus dan September 2026, namun pada akhir September dan awal Oktober harga kembali anjlok menjadi Rp18.000 hingga Rp20.000.

Pemerintah berkomitmen men stabilkan harga hingga idealnya kembali mencapai Rp22.000 per kilogram. Upaya lain termasuk kerja sama dengan Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (Arphuin) serta pengetatan pengawasan terhadap pelaku industri. Program hilirisasi ayam terintegrasi juga dikembangkan untuk mendukung peternak rakyat di enam provinsi.

Kementan menegaskan perlunya pendekatan menyeluruh dalam menstabilkan harga perunggasan, termasuk efisiensi biaya dan perbaikan distribusi, untuk memastikan keberlanjutan usaha peternak serta menjaga ketersediaan protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat.

Exit mobile version