Syracusebroadband.org – Keisuke Honda, mantan pemain internasional Jepang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) yang berencana menawarkan perpanjangan kontrak kepada pelatih Hajime Moriyasu. Kekecewaan ini muncul setelah Timnas Jepang gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, usai kekalahan 1-2 dari Timnas Brasil di babak 32 besar.
Kekalahan tersebut mengecewakan banyak penggemar, karena Jepang diharapkan dapat mencapai setidaknya perempatfinal. Pasca pertandingan, rumor mengenai perpanjangan kontrak Moriyasu mulai beredar, sementara kontrak pelatih tersebut berakhir setelah Piala Dunia. JFA dilaporkan bersiap menawari Moriyasu perpanjangan selama satu tahun.
Honda menanggapi kabar tersebut dengan skeptis. Dalam cuitan di akun X-nya, ia menyatakan bahwa tawaran tersebut seolah menjadi pilihan terakhir karena JFA tidak menemukan kandidat pelatih lain yang layak untuk menggantikan Moriyasu. “Saya melihat berita mereka menawari Coach Hajime Moriyasu perpanjangan kontrak satu tahun. Namun, itu hanya tawaran untuk mengisi kekosongan belaka,” ungkap Honda.
Pernyataan Honda menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja JFA. Ia percaya bahwa federasi harus mempertimbangkan evaluasi lebih menyeluruh sebelum membuat keputusan mengenai pengangkatan pelatih. Sementara itu, perhatian kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh JFA pasca kegagalan di turnamen tersebut. Reaksi publik dan analis sepak bola juga akan menjadi faktor penting dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan terkait masa depan timnas Jepang.
![Keisuke Honda Ingin Jadi Pelatih Timnas Jepang Pasca Piala Dunia | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/07/keisuke_honda_kesal_dengan_jfa_usai_mendengar_kabar_akan_menawari_hajime_moriyasu_perpanjangan_kontr.jpeg)