Syracusebroadband.org – Kiper FC Andorra, Jesus Owono, mengungkapkan kesedihan mendalam setelah insiden tragis yang menewaskan penyerang Tenerife, Jesus de Miguel. Dalam pernyataannya, Owono mengaku bahwa saat ini ia sedang menghadapi masa-masa terberat dalam hidupnya. Tragedi ini terjadi selama pertandingan Divisi Segunda di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez, Tenerife, pada 2 November lalu, ketika De Miguel mengalami kolaps setelah tabrakan dengan Owono.
Owono, yang berusia 25 tahun, mengaku sulit menerima kejadian tersebut dan merasakan empati yang besar kepada keluarga De Miguel serta semua orang yang mencintainya. FC Andorra menyampaikan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Owono ingin berbagi perasaannya terkait situasi ini. “Saya tidak bisa berpikir selain tentang Jesus dan kesedihan yang kita semua rasakan,” tuturnya.
Rekan satu timnya, Lautaro Spatz, juga menjelaskan betapa terpukulnya Owono, dan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak disengaja. Ia menyampaikan bahwa dalam dunia sepak bola, kejadian yang tidak diinginkan dapat terjadi, namun tidak ada yang membayangkan akan berujung pada konsekuensi tragis seperti ini.
Setelah insiden tersebut, pertandingan dihentikan dan Owono menerima kartu merah. Sementara itu, tim medis segera memberikan pertolongan pada De Miguel yang langsung dibawa ke rumah sakit. Kepergian De Miguel yang berusia 30 tahun mendapat reaksi luas dari dunia sepak bola, dengan rencana mengadakan mengheningkan cipta di berbagai pertandingan kompetisi Eropa sebagai penghormatan.
Penyelidikan oleh kepolisian Spanyol juga telah dimulai, menilai kelalaian yang mungkin terjadi dalam insiden ini. Owono, yang telah memiliki 47 penampilan internasional, kini harus menghadapi dampak emosional dari kejadian memilukan ini, dengan dukungan penuh dari pihak Federasi Sepak Bola Guinea Khatulistiwa.
![Jesus Owono Terluka Setelah Insiden Akibat Meninggalnya De Miguel | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/11/owono.jpg)