Syracusebroadband.org – Gerhana Bulan Total (GBT) akan mengamati langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena alam yang langka ini terjadi ketika Bulan terhalang oleh bayangan Bumi, menyebabkan tampilannya berubah menjadi merah tembaga atau yang dikenal dengan istilah “Blood Moon”. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa warga di seluruh Tanah Air dapat menyaksikan peristiwa ini secara langsung, dengan catatan cuaca cerah, dimulai dari sore hingga malam hari, dengan puncak gerhana pada pukul 18.33 WIB.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh BMKG, gerhana ini akan berlangsung selama total 5 jam 41 menit, dengan durasi totalitas mencapai 59 menit 27 detik. Rincian fase gerhana untuk wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB) adalah sebagai berikut: Penumbra mulai pada pukul 15.42 WIB, sebagian gerhana mulai pada 16.49 WIB, dan total gerhana dimulai pada 18.04 WIB. Puncak gerhana dapat disaksikan pada 18.34 WIB, dan selanjutnya totalitas akan berakhir pada 19.02 WIB, sementara penumbra akan berakhir pada 21.24 WIB.
BMKG juga memberikan petunjuk bagi masyarakat yang ingin menyaksikan gerhana ini dengan aman. Tidak memerlukan teleskop seperti saat gerhana Matahari, gerhana Bulan dapat dilihat dengan mata telanjang. Lokasi yang disarankan adalah di tempat terbuka dan tinggi seperti bukit atau daerah pesisir yang menawarkan pemandangan dramatis saat Bulan terbit. Waktu terbaik untuk melihat totalitas dan puncak adalah antara pukul 18.00 hingga 19.30 WIB. Masyarakat diimbau untuk memeriksa prakiraan cuaca sebelum menyaksikan peristiwa ini untuk menghindari awan yang menutupi pandangan.
![Jadwal dan Panduan Menyaksikan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/03/ilustrasi-TEdK_large.jpg)